Singapura Umumkan Rencana Baru Penanganan Covid

Jika Anda habis berlibur atau berada dalam situasi yang berisiko tinggi, usahakan untuk melakukan tes PCR atau setidaknya speedy take a look at antigen, dan lakukan karantina minimal 1 minggu meskipun hasil tes menunjukkan negatif. Untuk informasi yang lebih jelas, jangan ragu untuk bertanya ke dokter melalui chat di aplikasi ALODOKTER. Vaksin hanya meminimalisir kemungkinan seseorang untuk jatuh sakit karena terpapar virus.

“Jadi masyarakat kita harus terus-menerus diberi pengetahuan tentang penyakit apa saja yang berhasil dicegah dengan imunisasi. Jangan sampai nanti lupa lalu menghindari vaksin sehingga muncul kembali penyakit-penyakit lama,” tuturnya. Luasnya wilayah Indonesia, imbuh mantan Kapolri ini, menjadi tantangan bagi pemerintah dan otoritas terkait lainnya untuk menciptakan herd immunity dalam waktu yang selekas mungkin. Vaksin bukanlah obat untuk menyembuhkan COVID-19, tapi amat penting dalam upaya mengakhiri pandemi Corona. “Yang perlu digarisbawahi, meski efektif, bukan berarti obat ini bisa di-stok di rumah. Obat ini golongan steroid untuk menekan peradangan, sehingga penggunaannya harus dalam pengawasan dokter dan indikasi yang jelas,” tegasnya.

Vaksin dapat menangani Covid

Di Papua, UNICEF bermitra dengan influencer setempat untuk mempromosikan akses kepada informasi seputar kesehatan dan kebersihan menstruasi. Meskipun risiko seseorang menderita sakit parah akibat COVID-19 secara umum rendah, ibu hamil lebih berisiko dibandingkan mereka yang tidak hamil. Anggota masyarakat yang ragu tentang kondisinya berkaitan dengan vaksinasi COVID-19 dapat berkonsultasi dengan dokter. UNICEF hanya akan mengadakan dan menyuplai vaksin COVID-19 yang memenuhi kriteria keamanan dan efikasi yang ditetapkan oleh WHO serta yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari otoritas nasional. Informasi berikut adalah informasi terkini dari para pakar yang telah kami kumpulkan untuk menjawab beberapa pertanyaan paling umum seputar vaksin COVID-19. Artikel ini akan diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan informasi.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat diketahui bahwa kita tidak akan kebal terhadap virus selamanya karena antibodi yang telah diproduksi dapat menghilang/ melemah setelah jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, kita perlu untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker, terutama saat bepergian atau menggunakan fasilitas umum. Selain itu, kita juga perlu melakukan upaya lain, seperti konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, berolahraga secara teratur, lalu jika perlu kita juga dapat mengkonsumsi suplemen kesehatan.

Kami berharap hal ini dapat meningkatkan harapan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih optimum,” terangnya. Dokter Reisa mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya tidak takut untuk memeriksakan diri demi mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal. Pasalnya, obat-obatan yang tersedia di fasilitas kesehatan sudah sangat lengkap dan membantu. Upaya penanganan Covid-19 ini juga diikuti dengan rencana pemerintah untuk mengadakan vaksin.

Selain itu, ini berarti juga bahwa vaksin Corona tersebut dapat digunakan dalam program COVAX, yang dibentuk tahun lalu untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin COVID-19 di antara negara-negara kaya dan miskin. Kini vaksin Sinovac bisa disumbangkan melalui Fasilitas COVAX guna membantu berbagai negara untuk memercepat persetujuan regulasinya untuk mengimpor dan menyuntikkan vaksin. WHO pun berharap dengan dikeluarkannya izin tersebut akan memercepat distribusi vaksin Sinovac ke banyak negara, terutama negara-negara yang sulit memeroleh akses mendapatkan vaksin Corona. Rusia Registrasi Vaksin Virus Corona Pertama di Dunia Presiden Rusia Putin umumkan sudah meregistrasi vaksin Covid-19 pertama di dunia bernama Sputnik V. Para ilmuwan mengritik prosedur jalan pintas itu sebagai amat riskan. Tujuh di antaranya sudah memasuki fase ketiga dan terakhir dalam studi klinis.