Benarkah Beberapa Vaksin Covid

“Sehingga diharapkan menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” kata dia dilansir Antara. Selain itu, Anda juga perlu minum banyak cairan dan berpakaian yang tipis jika mengalami demam. Sedangkan, orang yang mengalami nyeri dan kemerahan di tempat suntikan 24 jam atau lebih setelah vaksih, segera hubungi dokter. Lantas, ketika sebuah vaksin memiliki efikasi yang terbilang kecil, apakah hal itu menunjukkan vaksin tidak berkualitas dan tidak efektif?

Namun demikian, semua prosedur dan peraturan keamanan yang ketat tetap dipatuhi. Biasanya, hal tersebut dapat terjadi karena vaksin membawa agen penyakit yang sudah dilemahkan. Sistem kekebalan tubuh pun ‘belajar’ dengan membangun memori tentang penyakit. Dengan begitu, tubuh kita bisa dengan cepat mengenali suatu penyakit dan melawannya sebelum kita menderita sakit berat. Pengembangan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif adalah langkah penting dalam upaya international untuk mengakhiri pandemi, agar masyarakat dapat kembali berkegiatan seperti biasa dan bertemu dengan keluarga serta kerabat tercinta.

Vaksinasi Covid-19 dilakukan setelah kepastian keamanan dan keampuhannya ada, merupakan upaya untuk menurunkan kesakitan dan kematian dan mendorong terbentuknya kekebalan kelompok . Selain itu, vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, juga menjaga produktivitas dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Yang tak boleh dilupakan adalah studi tentang dampak pembentukan antibodi pada penerima atau efektivitas vaksin juga menjadi penting untuk mengetahui dampak program vaksinasi.

Ketiga jenis vaksin tersebut tidak hanya unggul dari sisi efektivitas, namun juga unggul dari beberapa indikator lain seperti lama perlindungan. Diketahui, Sputnik V menjadi vaksin dengan tingkat durasi perlindungan paling lama yakni 2 tahun. Dan ketika virus menyebar luas di populasi dan menyebabkan angka kasus yang tinggi, maka kemungkinan virus bermutasi juga meningkat. GISAID adalah lembaga bank information yang menjadi acuan untuk knowledge genom virus SARS COV-2.

Hal ini demi mengantisipasi munculnya varian baru virus hasil mutasi yang lebih ganas. Seperti dikutip dari the Associated Press, vaksin Pfizer dan Moderna memiliki keefektifan sekitar 95% dalam mencegah Covid-19. Dalam studi, vaksin ini mampu mencegah penyakit mulai dari tingkat ringan, sedang atau parah. Namun studi ini dilakukan sebelum virus corona dalam versi varian baru mulai menyebar. Setelah itu, para peneliti akan mengkaji dan mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan dosis vaksin yang tepat, serta menilai respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan telah menyelesaikan hasil studi atau penelitian kajian cepat untuk mengetahui efektivitas vaksin COVID-19 Sinovac yang telah diberikan kepada tenaga kesehatan di Indonesia.

Apa vaksin covid efektif

Varian ini memiliki mutasi Eek alias E484K, yang diduga mampu menghindar dari jerat antibodi. Vaksin yang sejauh ini mendominasi program vaksinasi di Indonesia, kini makin terbukti efektivitasnya di dunia nyata. Wakil Menteri Perdagangan Chili Rodrigo Yanez mengatakan bahwa negara telah membuat langkat tepat. Sebelumnya, Chile telah membuat kesepakatan dengan Sinovac untuk menjadi tuan rumah uji klinis obat dan membeli 60 juta dosis obat selama tiga tahun. Moderna menargetkan bisa memproduksi sekitar 600 juta dosis hingga 1 miliar dosis pada tahun 2021 ini. Pada akhir November 2020, Moderna mengaku telah mengajukan izin penggunaan darurat pada regulator di Amerika Serikat dan Eropa.