Indonesia Kembali Terima Eight Juta Bulk Vaksin Sinovac

“Vitamin C sangat bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda,” katanya, menambahkan stroberi dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat polusi dan radikal bebas dalam lingkungan. Saat mengalami flu atau pilek, mengonsumsi sup ayam merupakan hal yang menenangkan. Pada dasarnya, sup ayam termasuk bahan makanan peningkat daya tahan tubuh karena memiliki fungsi anti-peradangan yang dapat meredakan gejala pilek. Segelas susu sapi mengandung banyak nutrisi yang baik untuk daya tahan tubuh. Ikan tuna termasuk makanan peningkat daya tahan tubuh karena merupakan sumber vitamin D yang baik. Dengan adanya senyawa tersebut, maka Anda akan terhindar dari berbagai penyakit yang mencoba masuk ke tubuh.

tirto.id – Seseorang yang terpapar virus corona COVID-19, umumnya akan menunjukkan gejala seperti sesak napas, batuk, demam, kehilangan indra penciuman, dan beberapa gejala lainnya. Namun, pada kasus tertentu, ada juga orang yang tidak menunjukkan gejala apapun sama sekali, meski telah terpapar corona. Tidur cukup tidak hanya membiarkan tubuh untuk istirahat dan pulih dari keseharian yang padat. Dalam tidur kita, kita biasanya mencapai fase tertidur dengan nyenyak dan dalam, dimana tubuh akan memberikan sinyal ke sistem imun untuk bekerja dengan optimal pada saat ini. Bila kita kekurangan tidur, tubuh tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk regenerasi sistem imun.

Menurut salah seorang ahli di National Institute of Health, olahraga dapat merangsang kinerja antibodi serta sel-sel darah putih. Sehingga kegiatan ini sangat cocok jika dilakukan pada masa pandemi guna meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Selain kandungan selenium, kandungan zinc di dalam daging dan kacang-kacangan memiliki fungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tapi sebelum dikonsumsi, jangan lupa memasak daging hingga matang supaya bakteri dan virusnya mati saat proses pemasakan. Buah yang enak untuk dibuat jus ini mengandung vitamin C yang cukup tinggi.

Makanan untuk melawan Covid

Salah satunya mengonsumsi makanan sehat yang kaya gizi baik untuk kesehatan tubuh. Bukan tanpa sebab, vitamin C merupakan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi peradangan. Perlu diingat, bahwa tanpa tidur cukup dalam sehari, tubuh tidak akan bisa memproduksi sitokin dalam jumlah banyak. Sitokin merupakan sejenis protein yang digunakan untuk melawan infeksi serta peradangan kemudian secara efektif akan menciptakan respon imun tubuh. Menurut National Sleep Foundation, seorang manusia dewasa setidaknya membutuhkan waktu untuk tidur selama kurang lebih 7-9 jam dalam sehari. Menurutnya, kemampuan meningkatkan kekebalan dari bawang putih berasal dari konsentrasi tinggi senyawa yang mengandung belerang, yang dapat membantu melawan beberapa infeksi.

Ubi mengandung banyak vitamin A yang meningkatkan kesehatan kulit, bagian tubuh terluar yang menjaga tubuh secara keseluruhan. Dengan vitamin A, kulit dengan segera bisa ‘membentengi diri’ dari virus yang menempel di permukaannya. Di saat puasa, tubuh harus terhindar dari berbagai macam penyakit agar tetap bugar dan prima dalam menahan segala dahaga. Kondisi yang prima ini bisa kita dapatkan jika sistem imun dalam tubuh terjaga. Menjalani puasa di bulan suci Ramadan tahun ini terasa begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana untuk pertama kalinya seluruh umat muslim berpuasa di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Sehingga menjalankan ibadah puasa kali ini seseorang dituntut untuk lebih bijak dan hati-hati lagi, utamanya untuk pencegah penularan virus corona.

Selama menjalankan #SehatDiRumah ini, Anda juga bisa memperkuat benteng sistem imun agar tetap sehat dan tak mudah sakit. Lemak sehat disebutkan membantu meningkatkan respons imun tubuh dengan mengurangi peradangan. Ada banyak sumber lemak sehat yang bisa dikonsumsi, mulai dari minyak zaitun, ikan berlemak seperti salmon, hingga sesederhana buah alpukat. Merokok diyakini bisa memperparah gejala Covid-19 dan meningkatkan risiko sakit parah jika terjangkit virus. Ini bisa mengurangi pembentukan antibodi sel B dan respons antigen sel T, yang penting terhadap sistem imun tubuh manusia.