Perlu Diketahui, 7 Fakta Vaksin Covid

Dia menegaskan, vaksin ini hanya sebagai antisipasi agar seseorang tidak menderita infeksi ganda flu dan Covid-19. Menurut Kepala Teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove, vaksinasi flu perlu dilakukan untuk memudahkan pembacaan gejala klinis pada pengidap Covid-19. Hal ini karena sulit untuk membedakan antara infeksi Covid-19 dengan infeksi flu. Para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, vaksinasi flu disarankan dilakukan pada tahun ini karena ada risiko penularan influenza di sejumlah negara yang bisa menyebabkan kasus korona semakin buruk.

Meskipun vaksinasi sudah berjalan di kemudian hari, publik tetap wajib mengikuti seluruh perkembangan informasi soal Covid-19 serta menyikapi berita secara bijak. Jika seseorang terinfeksi dengan virus flu ataupun virus corona, virus tersebut telah masuk ke tubuh dan bersiap-siap atau sudah menyebabkan penyakit. Hal ini dilakukan dengan memasuki sel manusia kemudian mengambil alih untuk memperbanyak virus tersebut. Namun, bahkan jika tidak pernah menunjukkan gejala, masih dapat menularkan virus ke orang lain. Kepada masyarakat agar tidak perlu takut untuk divaksin karena program vaksin akan terus dilakukan hingga Pandemi Corona Virus Diseace usai. “Kepada masyarakat Kutai Barat jika sudah menerima vaksin harus tetap disiplin Protokol Kesehatan bukan habis divaksin lepas masker.

Pasien adalah seorang pria berusia 33 tahun di Bayern yang disebut terkena virus selama pelatihan di tempat kerja dengan seorang rekan dari Cina. Pria tersebut ditempatkan dalam karantina dan observasi di sebuah rumah sakit di München. Kendati sempat terjadi sejumlah hambatan di berbagai negara, pelaksanaan vaksinasi flu dianggap penting di tengah pandemi virus korona. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, vaksinasi flu sebaiknya dilakukan guna mengatasi risiko infeksi ganda dari penyakit flu musiman dan virus korona . Langkah strategis pemerintah dalam membangun ulang kepercayaan publik perlu didukung secara beriringan oleh masyarakat dengan tidak meremehkan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Vaksin dapat menangani Covid

Bekerja sama dengan CEPI, GAVI, WHO, dan mitra-mitra lain, UNICEF memimpin upaya untuk mengadakan dan menyuplai vaksin COVID-19 atas nama COVAX. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut , maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Seseorang juga bisa terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Langkah ketiga adalah terlibat dalam kerja sama multilateral, yakni dengan CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapatkan akses vaksin dalam kerangka kerja sama COVAX.

Layanan ini bertujuan mempermudah penerima vaksinasi Covid-19 melakukan registrasi di mana pun. Sementara itu, registrasi melalui WA tersebut hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Setelah terverifikasi, tenaga kesehatan dapat mendaftarkan diri untuk membuat janji di fasilitas kesehatan sekitar dan mendapatkan konfirmasi terkait waktu dan tempat pelaksaan vaksin.

Kedua, melakukan pembelian vaksin dari luar negeri setelah disetujui oleh WHO. Ketiga, menggandeng lembaga internasional, yakni CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapatkan akses vaksin dalam kerangka kerja sama multilateral . Di Asia Tenggara, pada waktu yang sama terdapat tiga negara yang terlibat kerangka COVAX dengan ikut memberikan dukungan dana, yakni Indonesia, Singapura, dan Thailand. Salah satu penolakan terhadap vaksinasi berkisar pada ketakutan terhadap bahan-bahan yang terdapat dalam vaksin. Muncul pula penolakan vaksinasi karena alasan teori konspirasi, curiga bahwa vaksinasi adalah agenda tersembunyi dari suatu negara untuk mengambil keuntungan dari negara lain.

Pada 24 Desember 2020, vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah melewati 60 persen proses laboratorium. Dijadwalkan, vaksin merah putih dapat selesai dibuat pada Maret 2021 untuk kemudian diberikan ke Bio Farma dan diuji secara klinis. Umumnya, perusahaan pembuat vaksin enggan untuk membuka investasi bagi produksi massal vaksin sebelum mendapatkan izin produksi dan edar vaksin. Akan tetapi, dalam konteks pandemi, COVAX menyuntikkan pendanaan dan insentif untuk memastikan bahwa perusahaan siap untuk memproduksi vaksin sesuai kebutuhan begitu mendapatkan izin produksi dan izin edar. COVAX akan menggunakan kekuatan kerja samanya untuk melakukan negosiasi dengan harga yang kompetitif dari produsen vaksin kemudian mendistribusikan kepada negara yang berpartisipasi. Vaksin yang berasal dari salah satu bagian virus merupakan cara paling aman karena tidak menggunakan seluruh bagian virus.

Selanjutnya, tenaga kesehatan penerima vaksinasi diminta mengirimkan enam angka terakhir nomor induk kependudukan untuk mendaftar dan tenaga kesehatan akan menerima konfirmasi lokasi vaksinasi. Jika memiliki penyakit paru , vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik. Untuk pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat obat anti tuberkulosis.

“Lalu, tenaga kesehatan juga sudah tahu apa yang harus dilakukan, misalnya persiapan ICU dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Kalau di awal-awal pandemi, CFR lebih tinggi karena kita masih sangat baru dengan kasus ini,” lanjutnya. Beragam jenis vaksin, mulai dari Moderna, Sinovac, AstraZeneca-Oxford University, Pfizer-BioNTech, Sputnik V, hingga Sinopharm, kini sudah didistribusikan ke masyarakat. Seperti diketahui, vaksinasi adalah salah satu bentuk intervensi medis untuk melindungi masyarakat dari terpapar virus Covid-19.

Seluruh proses pengembangan vaksin, dari praklinik hingga produksi dapat memakan waktu hingga satu dekade. Dalam kasus pandemi Covid-19, pengembangan terhadap vaksin SARS-CoV-2 dipercepat menjadi sekitar 12 hingga 18 bulan. Percepatan dilakukan dengan menjalankan beberapa fase secara paralel untuk mempercepat hasil.