Vaksin Bukan Obat Covid

Selain menetapkan jenis vaksin yang akan digunakan, pada sixteen Desember 2020, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia. Untuk mendukung hal itu, Presiden meminta kabinet, lembaga, dan pemda untuk memprioritaskan anggaran vaksinasi untuk anggaran 2021. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga menegaskan akan menjadi penerima vaksin yang pertama.

Pengawasan mutu dan keamanan vaksin bukan hanya dari proses perizinan, tetapi juga pengawalan dan pengelolaan vaksin terkait penyimpanan dan pengiriman vaksin ke seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah akan terus berupaya untuk mengawasi dan memberikan pembinaan, bimbingan, serta fasilitas guna mendukung pengembangan dan percepatan penyediaan vaksin COVID-19 bagi masyarakat. Kendati demikian, untuk mencapai herd immunity dalam suatu masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam negara tersebut harus sudah divaksin. Itu berarti, kita harus melengkapi “senjata” untuk melawan vaksin ini dengan melakukan langkah pencegahan.

Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapat vaksin COVID-19, vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin COVID-19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus COVID-19 sampai ke seluruh pelosok Indonesia. Seseorang yang mendapatkan vaksin COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansiadi atas 70 tahun. Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapat vaksin Covid-19, vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin Covid-19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus Covid-19 sampai ke seluruh pelosok Indonesia. “Sampai kita dapat mengatasi pandemi ini, kita masih harus mengikuti protokol kesehatan,” ujar Abunasser.

Menurunnya angka kematian tentunya disebabkan oleh pengobatan yang lebih baik. Nah, salah satu obat yang akhirnya dijadikan andalan untuk mengatasi COVID-19 ialah dexamethasone. Otoritas kesehatan di Inggris, yang saat ini sedang memerangi varian COVID-19 nya sendiri, berpendapat bahwa varian yang ada di Afrika Selatan itu sangat “berbahaya”. Preiser mengemukakan kekhawatiran bahwa vaksin yang ada saat ini tidak akan bekerja sebaik mungkin untuk memerangi varian tersebut.

Vaksin dapat menangani Covid

Setiap kali terbentuk antibodi, terbentuk pula sel ingatan pembentuk antibodi. Dengan demikian, sistem imunitas akan merespons dan memproduksi antibodi yang spesifik sesuai antigen yang menyerang. Ketika tubuh terpapar patogen yang pernah masuk dalam tubuh, antibodi akan merespons dengan lebih cepat dan lebih efektif karena sel memori sudah siap menghasilkan antibodi untuk melawan antigen. Bila terserang kembali, antibodi dapat segera menghancurkan virus atau bakteri sebelum jatuh sakit. Dengan vaksinasi, diharapkan penyebaran virus penyebab Covid-19, yakni SARS-CoV-2, dapat dikurangi bahkan dihentikan sehingga akan terbentuk kekebalan kelompok atau sering disebut herd immunity. Kekebalan kelompok tersebut akan terbentuk ketika lebih dari 70 persen populasi telah divaksin.

Mengingat keterbatasan kapasitas produksi vaksin pada tahun 2021, sehingga kebutuhan international tidak dapat terpenuhi seluruhnya, maka tidak semua orang dapat menerima vaksin pada waktu yang sama. Pekerja esensial lain, seperti guru dan pekerja sosial juga perlu diutamakan, diikuti dengan kelompok-kelompok lainnya sesuai dengan perkembangan ketersediaan dosis vaksin. Setelah prioritas tersebut, akan dilaksanakan vaksinasi terhadap masyarakat umum dan pelaku sektor perekonomian lain. Total terdapat 160 juta orang yang akan masuk dalam program vaksinasi nasional dengan kebutuhan 320 juta dosis vaksin. Vaksinasi Covid-19 dilakukan setelah kepastian keamanan dan keampuhannya ada, merupakan upaya untuk menurunkan kesakitan dan kematian dan mendorong terbentuknya kekebalan kelompok .

Selain itu, vaksin juga berisi bahan-bahan pengawet untuk menjaga vaksin tetap aman dan efektif digunakan. Berbagai unsur tambahan dalam vaksin dimasukkan untuk menjaga vaksin tidak terkontaminasi saat dibuka dan digunakan untuk lebih dari satu orang. Vaksin bekerja dengan memanfaatkan respons alami tubuh terhadap infeksi patogen, baik bakteri, virus, maupun jamur. Saat patogen menginfeksi tubuh, sistem imunitas tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan patogen. Oleh karena itu, terdapat ribuan jenis antibodi di dalam tubuh yang terbentuk berdasarkan antigen patogen yang menyerang.